Antiklin Kawengan: Warisan Geologi Bernilai Tinggi di Geopark Bojonegoro

oleh
oleh
Sebaran Geosite Geopark Bojonegoro
Sebaran Geosite Geopark Bojonegoro

Struktur Antiklin Kawengan menempati posisi penting di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Formasi Wonocolo dan Formasi Ledok menjadi penyusun utama kawasan ini dengan karakteristik litologi yang khas. Cekungan Jawa Timur Utara berperan sebagai wilayah geologi yang membentuk dan memengaruhi perkembangan struktur antiklin tersebut. Geopark Bojonegoro menetapkan Antiklin Kawengan sebagai salah satu geosite unggulan yang menyimpan nilai ilmiah, edukasi, dan ekonomi tinggi bagi masyarakat serta dunia.

Struktur Antiklin Kawengan: Jejak Tektonik Kuno yang Menyimpan Kekayaan Bumi

Antiklin Kawengan merupakan struktur geologi yang memanjang arah barat-timur di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Struktur ini terletak di Cekungan Jawa Timur Utara yang terbentuk sejak Awal Tersier berkaitan dengan penunjaman Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia. Formasi Wonocolo dan Formasi Ledok menjadi penyusun utama struktur antiklin ini dengan litologi yang beragam dari napal hingga batugamping. Geopark Bojonegoro sebagai kawasan cagar alam geologi telah menetapkan Antiklin Kawengan sebagai salah satu geosite unggulan dengan nilai warisan geologi yang sangat tinggi.

Antiklin Kawengan

Pembentukan dan Evolusi Geologi

Tatanan Tektonik Regional

Struktur Antiklin Kawengan terbentuk dalam konteks evolusi tektonik Cekungan Jawa Timur Utara yang kompleks. Cekungan ini berkembang sebagai foreland basin atau back-arc basin sejak Paleogen hingga saat ini. Pembentukan struktur antiklin terjadi melalui dua rezim tektonik utama: rezim regangan pada Paleosen sampai Miosen Tengah dan rezim kompresi pada Miosen Tengah sampai Kuarter.

Proses pembentukan antiklin diawali dengan aktivitas sesar-sesar normal pada masa Paleogen yang kemudian mengalami reaktivasi menjadi sesar naik atau thrusting pada masa Neogen. Struktur geologi ini dikontrol oleh zona sesar sinistral strike-slip RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) yang membatasi Zona Kendeng dan Zona Randublatung.

Stratigrafi dan Litologi

Antiklin Kawengan tersusun atas sekuens batuan sedimen yang mencerminkan evolusi lingkungan pengendapan dari Oligosen hingga Miosen Akhir. Formasi tertua adalah Formasi Ngimbang berumur Oligosen Awal yang tersusun oleh batupasir kuarsa, serpih dan lanau dengan sisipan tipis batubara. Formasi ini diendapkan pada lingkungan neritik tepi hingga transisi dengan ketebalan mencapai 600-700 meter.

Formasi Kujung berumur Oligosen Atas menindih Formasi Ngimbang secara selaras. Formasi ini tersusun oleh napal dan batulempung gampingan dengan sisipan batugamping bioklastik yang diendapkan pada lingkungan laut terbuka. Ketebalan formasi ini mencapai sekitar 500 meter dan merupakan salah satu reservoir hidrokarbon penting di wilayah ini.

Formasi Tuban berumur Miosen Awal-Tengah menunjukkan transisi dari lingkungan laut terbuka ke neritik tengah. Formasi ini tersusun oleh batulempung dengan sisipan batugamping dan memiliki ketebalan 144-166 meter. Kandungan fosil foraminifera yang melimpah menunjukkan lingkungan neritik tengah dengan kondisi laut yang stabil.

Puncak sekuens stratigrafi ditempati oleh Formasi Wonocolo berumur Miosen Akhir dan Formasi Ledok berumur Miosen Akhir Bagian Tengah. Formasi Wonocolo tersusun oleh napal dengan sisipan kalkarenit dan batulempung, sedangkan Formasi Ledok berupa perselingan kalkarenit, batupasir dan napal. Kedua formasi ini diendapkan pada lingkungan laut dangkal dan merupakan formasi penyusun utama struktur antiklin yang tersingkap di permukaan.

Sistem Petroleum dan Potensi Hidrokarbon

Elemen Sistem Petroleum

Antiklin Kawengan merupakan bagian integral dari sistem petroleum Cekungan Jawa Timur Utara yang telah berproduksi sejak era kolonial Belanda. Sistem petroleum di wilayah ini memiliki elemen-elemen lengkap yang mencakup batuan induk, reservoir, migrasi, perangkap, dan batuan penutup.

Batuan induk utama berasal dari Formasi Ngimbang yang kaya akan material organik dari endapan lakustrin. Formasi ini telah mencapai tingkat kematangan termal yang cukup untuk menghasilkan hidrokarbon pada kedalaman yang sesuai. Proses migrasi hidrokarbon terjadi melalui sistem rekahan dan jalur struktural yang berkembang selama fase deformasi kompresi.

Batuan reservoir utama adalah batugamping terumbu Formasi Kujung dan batupasir Formasi Ngimbang yang memiliki porositas dan permeabilitas yang baik. Struktur antiklin berfungsi sebagai perangkap struktural yang efektif untuk mengakumulasi hidrokarbon. Batuan penutup berupa lapisan napal dan batulempung yang kedap dari formasi-formasi yang lebih muda.

Karakteristik Produksi

Antiklin Kawengan telah menjadi area produksi hidrokarbon sejak tahun 1926 ketika BPM (Bataasche Petroleum Maatschappij) mulai mengembangkan lapangan ini. Struktur ini masuk dalam kelompok lapangan tua yang masih terus berproduksi hingga saat ini, baik yang dioperasikan oleh Pertamina EP Asset-4 maupun yang dikelola oleh masyarakat secara tradisional.

Produksi minyak di wilayah ini dicirikan oleh sumur-sumur dangkal dengan kedalaman rata-rata 100 meter, menjadikannya sebagai reservoir terdangkal di Indonesia bahkan dunia. Karakteristik unik ini menjadikan Antiklin Kawengan sebagai laboratorium alam yang ideal untuk mempelajari sistem petroleum dangkal.

Signifikansi Geosite dan Warisan Geologi

Status Geopark Nasional

Antiklin Kawengan merupakan salah satu dari 16 geosite unggulan di Geopark Nasional Bojonegoro yang ditetapkan pada tahun 2017. Geopark ini mengusung tema “Petroleum dan Gas” dengan fokus pada warisan geologi minyak bumi untuk masa depan yang berkelanjutan. Pengakuan sebagai geopark nasional diberikan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia pada 20 November 2017 dan diperkuat dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 55.K/HK.P2/MEM.G/2021.

Kawasan Antiklin Kawengan mencakup beberapa desa di Kecamatan Kedewan, yaitu Desa Kawengan, Wonocolo, dan Hargomulyo. Titik puncak antiklin berada di wilayah Desa Kawengan, sementara area Wonocolo terkenal dengan sebutan “Teksas Wonocolo” atau “Little Texas Indonesia” karena kemiripannya dengan ladang minyak di Texas, Amerika Serikat.

Nilai Edukasi dan Konservasi

Antiklin Kawengan memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi sebagai laboratorium alam untuk mempelajari geologi minyak dan gas bumi. Struktur antiklin yang tersingkap di permukaan dengan sumur-sumur produksi yang masih aktif menjadikan lokasi ini ideal untuk pendidikan kebumian, khususnya bagi program studi Perminyakan, Geologi, dan Geofisika.

Berbagai stop point geologi telah ditetapkan untuk kegiatan pembelajaran, termasuk singkapan Formasi Ledok di Desa Sampurno dengan struktur sedimen silang siur, napal pasiran Formasi Wonocolo di Desa Kawengan, dan sistem produksi minyak tradisional di berbagai lokasi. Keberagaman singkapan geologi ini memungkinkan pemahaman komprehensif tentang proses sedimentasi, deformasi struktural, dan sistem petroleum.

Tantangan Konservasi dan Pengelolaan

Ancaman Aktivitas Penambangan

Salah satu tantangan utama dalam konservasi geosite Antiklin Kawengan adalah aktivitas penambangan bahan galian golongan C yang tidak terkendali. Aktivitas ini berpotensi merusak singkapan geologi yang memiliki nilai ilmiah tinggi, terutama di lokasi-lokasi yang menampilkan kompleksitas formasi batuan.

Kerusakan singkapan geologi akan mengakibatkan kerugian yang tidak ternilai bagi dunia pendidikan dan penelitian. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi yang melibatkan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat lokal.

Pengembangan Infrastruktur Geoturisme

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah melakukan berbagai upaya pengembangan infrastruktur geoturisme di kawasan Antiklin Kawengan. Program pengembangan mencakup perbaikan aksesibilitas, fasilitas wisata, penambahan penerangan jalan, dan pembangunan museum mini yang menjelaskan sejarah pengeboran minyak tradisional.

Pengembangan juga meliputi peningkatan daya tarik wisata dengan menyediakan simulasi pengeboran minyak tradisional, jalur trekking berpemandu, dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi geoturisme sambil tetap menjaga kelestarian warisan geologi.

Perspektif Masa Depan

Potensi Penelitian dan Eksplorasi

Antiklin Kawengan memiliki potensi besar untuk penelitian lanjutan dalam bidang geologi petroleum, geofisika, dan geokimia. Karakteristik reservoir dangkal yang unik memberikan peluang untuk mengembangkan teknologi eksplorasi dan produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Studi petroleum system yang terintegrasi dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang distribusi hidrokarbon regional dan potensi eksplorasi di wilayah sekitarnya. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya hidrokarbon Cekungan Jawa Timur yang masih memiliki potensi besar.

Kontribusi terhadap Pengembangan Ekonomi Lokal

Pengembangan Antiklin Kawengan sebagai geosite unggulan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal melalui sektor pariwisata dan industri kreatif. Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan geoturisme akan membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Integrasi antara konservasi geologi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal menjadi kunci keberhasilan pengelolaan geosite ini. Kolaborasi antara pemerintah, dunia akademik, industri, dan masyarakat akan memastikan keberlanjutan manfaat dari warisan geologi yang berharga ini.

Antiklin Kawengan merupakan bukti nyata kekayaan geologi Indonesia yang memiliki nilai ilmiah, edukasi, dan ekonomi yang sangat tinggi. Sebagai bagian dari Geopark Nasional Bojonegoro, struktur geologi ini tidak hanya menjadi saksi sejarah pembentukan bumi, tetapi juga menjadi aset berharga untuk generasi mendatang. Pengelolaan yang bijaksana dengan mempertimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat akan memastikan keberlangsungan manfaat dari warisan geologi yang luar biasa ini. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang bermanfaat tentang pentingnya menjaga dan memanfaatkan kekayaan geologi Indonesia untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih telah membaca artikel ini, dan jangan ragu untuk kembali mengunjungi situs ini untuk informasi menarik lainnya tentang kekayaan alam Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.