Bojonegoro – Nama Daffa Ardian Pratama (9), siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro saat ini tengah menjadi perbincangan hangat. Berkat kecerdasannya yang berhasil memahami sistem kelistrikan, elektronika, hingga mampu merakit sistem robot sederhana secara otodidak, bocah yang dijuluki “insinyur cilik” ini terus menuai decak kagum dari berbagai kalangan masyarakat.
Setelah sebelumnya menerima apresiasi berupa satu unit laptop dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, bakat cemerlang yang dimiliki Daffa kini mendapat perhatian khusus secara langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan apresiasi mendalam dan menegaskan bahwa Pemkab merespons dengan cepat sekaligus siap mendukung penuh talenta luar biasa tersebut. Langkah terdekat dari Pemkab ialah mendampingi impian Daffa untuk merakit rancangan sepeda motor listrik miliknya sendiri. Ke depannya, inovasi karya Daffa juga diwacanakan akan dipamerkan secara luas oleh pihak Pemkab.
“Nanti hasilnya (karya Daffa) dibawa ke Pemkab untuk dipamerkan. Kami juga akan memfasilitasi asessment untuk mengetahui secara rinci tingkat psikometrik (psikologi) dan kecerdasan (IQ)-nya agar pembinaannya tepat sasaran,” ungkap Nurul Azizah usai mengamati langsung kelihaian Daffa dalam mengutak-atik perangkat komponen (PCU) komputer, Senin (13/4/2026).
Langkah proaktif pemerintah ini ditujukan sebagai solusi atas kerisauan Andik Sujianto dan Lusy Ardiana, selaku orang tua Daffa. Mereka mengaku sempat kebingungan mencari cara menangani arah pendidikan yang tepat bagi putra sulung mereka.
Cukup berbeda dengan anak seusianya, Daffa secara konsisten tidak menunjukan ketertarikan pada permainan gawai (game online). Ia lebih memilih meluangkan waktu berjam-jam untuk membongkar, menguji coba, dan mempelajari cara kerja peralatan elektronik tanpa instruksi formal.
Andik Sujianto, ayah Daffa yang berprofesi sebagai teknisi reparasi jok mobil, menyampaikan raut bangga serta syukur atas kepedulian jajaran pemerintah terhadap sang putra. Diiringi asa besar, ia berharap pendampingan ini menjadi jalan pembuka masa depan putranya.
“Terus terang saya sempat bingung memikirkan jalur pendidikan apa yang tepat dan layak untuk Daffa. Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro dan semua pihak atas kepedulian yang diberikan. Harapan saya, kelak ia bisa terus dibimbing agar bakatnya berguna bagi masyarakat dan membanggakan nama Bojonegoro,” tutur Andik terharu.
Di tengah derasnya dukungan yang ada, Daffa terlihat tak sedikit pun terbebani. Sang insinyur cilik ini mengutarakan rasa gembiranya dan terus bersemangat karena tengah mencicil pengumpulan bahan untuk proyek merakit motor listrik impiannya dalam waktu dekat.
Dengan turun tangannya dinas terkait melalui perintah dari Pemkab Bojonegoro, ekosistem pendidikan khusus bagi Daffa kini perlahan membaik. Publik berharap penuh agar ia tumbuh menjadi penemu hebat dari Bojonegoro.
