Geopark Nasional Bojonegoro memiliki luas 28,12 hektar dan berlokasi di utara serta tenggara Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menetapkan Geopark Bojonegoro sebagai kawasan cagar alam geologi sejak 2017. Geopark Bojonegoro mengusung tema Petroleum dan Gas sebagai karakteristik utama. Komite Nasional Geopark Indonesia mengakui Geopark Bojonegoro sebagai Geopark Nasional dengan 16 geosite, 3 biosite, dan 8 culture site.
Sejarah dan Status Geopark Bojonegoro
Geopark Bojonegoro memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional pada 20 November 2017. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama masyarakat dan multi-institusi mengelola kawasan ini dengan prinsip pelestarian, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Pada tahun 2025, Geopark Bojonegoro masuk dua besar sebagai Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) bersama Geopark Ranah Minang Silokek.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menetapkan Geopark Bojonegoro sebagai kandidat UGGp berdasarkan penilaian komprehensif. Proses menuju UGGp dimulai sejak 2017 melalui berbagai tahapan, termasuk penyusunan masterplan, validasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Keunikan Geologi dan Geosite Utama
Geopark Bojonegoro menonjolkan warisan geologi berupa sistem petroleum dan gas, struktur antiklin, serta fenomena api abadi. Berikut beberapa geosite utama:
- Teksas Wonocolo: Geosite ini terletak di Kecamatan Kedewan, dikenal sebagai “Little Texas” Indonesia. Pengunjung dapat melihat sumur minyak tradisional dan menara pengeboran kayu yang masih aktif digunakan warga.
- Antiklin Kawengan: Struktur lipatan batuan yang membentuk perbukitan, menjadi lokasi eksploitasi minyak bumi secara tradisional oleh masyarakat sekitar.
- Kayangan Api: Fenomena api abadi di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, menjadi ikon wisata dan budaya. Api ini tidak pernah padam karena gas alam di bawah tanah.
- Negeri Atas Angin: Gugusan perbukitan indah di Desa Deling, Kecamatan Sekar, dengan struktur geologi unik dan panorama menakjubkan.
- Banyu Kuning: Mata air hangat dengan bebatuan kuning keemasan akibat endapan mineral dan belerang, terletak di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang.

3. Keanekaragaman Hayati dan Biosite
Geopark Bojonegoro memiliki tiga biosite yang menjadi pusat keanekaragaman hayati:
- Kebun Belimbing: Kebun buah belimbing yang menjadi sumber ekonomi dan edukasi pertanian.
- Penangkaran Rusa: Area konservasi rusa yang mendukung pelestarian satwa lokal.
- Hutan Jati: Hutan jati sebagai paru-paru hijau dan habitat flora-fauna khas Bojonegoro.
4. Kekayaan Budaya dan Culture Site
Geopark Bojonegoro mengintegrasikan warisan budaya lokal dalam pengelolaan kawasan. Delapan culture site menjadi bagian penting:
- Kampung Samin Margomulyo: Komunitas Samin dengan tradisi dan filosofi hidup sederhana.
- Makam Orang Kalang: Situs pemakaman bersejarah.
- Makam Wali Kidangan: Tempat ziarah dan sejarah penyebaran agama.
- Wayang Thengul: Seni pertunjukan wayang khas Bojonegoro.
- Tari Thengul: Tarian tradisional yang menggambarkan cerita rakyat.
- Wayang Krucil: Wayang berbahan kayu dengan cerita lokal.
- Tayub Bojonegoro: Tarian rakyat yang meriah.
- Petilasan Angling Dharmo: Situs legenda lokal yang dipercaya masyarakat.
Festival dan Edukasi Geopark
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro rutin menggelar Festival Geopark Bojonegoro untuk mempromosikan potensi geowisata, budaya, dan edukasi. Festival ini menampilkan:
- Ritual budaya seperti pengambilan minyak di Wonocolo dan pengambilan api di Kayangan Api.
- Jambore Taruna Budaya, pentas seni, parade band, dan ekspresi budaya lintas daerah.
- Workshop dan pelatihan untuk generasi muda tentang promosi budaya dan digitalisasi.
- Pameran ekonomi kreatif, produk UMKM, dan kerajinan lokal.
- Geopark Talk, diskusi interaktif tentang pengelolaan geopark dan potensi wisata.
Upaya Menuju UNESCO Global Geopark
Geopark Bojonegoro menargetkan pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark pada 2025. Pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder bersinergi menyusun dokumen dan memperkuat pengelolaan kawasan. Dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur dan Kementerian terkait memperkuat optimisme Bojonegoro menembus penilaian UNESCO.
Tabel Geosite, Biosite, dan Culture Site
| Jenis | Nama Lokasi | Keterangan Singkat |
|---|---|---|
| Geosite | Teksas Wonocolo | Sumur minyak tradisional, edukasi migas |
| Geosite | Antiklin Kawengan | Struktur lipatan batuan, eksploitasi minyak |
| Geosite | Kayangan Api | Api abadi, wisata budaya |
| Geosite | Negeri Atas Angin | Perbukitan indah, panorama unik |
| Geosite | Banyu Kuning | Mata air hangat, mineral kuning |
| Biosite | Kebun Belimbing Ngringinrejo | Kebun buah, edukasi pertanian |
| Biosite | Penangkaran Rusa | Konservasi satwa lokal |
| Biosite | Hutan Jati | Habitat flora-fauna, paru-paru hijau |
| Culture Site | Kampung Samin Margomulyo | Tradisi Samin, filosofi hidup |
| Culture Site | Wayang Thengul | Seni pertunjukan wayang |
| Culture Site | Tari Thengul | Tarian tradisional |
| Culture Site | Tayub Bojonegoro | Tarian rakyat |
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Geopark Bojonegoro meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan. Kunjungan ke geosite Teksas Wonocolo naik 203% setelah penetapan status geopark nasional. Pengembangan infrastruktur, fasilitas wisata, dan promosi digital mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif mendapat panggung dalam festival dan pameran geopark.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Pengelolaan Geopark Bojonegoro menghadapi tantangan seperti perbaikan lingkungan di geosite utama, edukasi masyarakat, dan penguatan sinergi antar stakeholder. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat regulasi, sumber daya, dan infrastruktur. Harapan besar tertuju pada pengakuan UNESCO yang akan membawa Bojonegoro ke panggung dunia sebagai destinasi wisata, edukasi, dan pelestarian warisan geologi-budaya.
Geopark Bojonegoro menjadi bukti nyata bahwa warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya dapat berjalan beriringan untuk masa depan yang berkelanjutan. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga informasi tentang Geopark Bojonegoro bisa menginspirasi dan menambah wawasan. Jangan ragu untuk berkunjung ke Bojonegoro dan rasakan sendiri pesona alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!







