Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo berdiri megah di lahan seluas 20,4 hektare di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Hamparan pohon belimbing menghijau sepanjang mata memandang, menciptakan lanskap pertanian yang memesona di tepi Sungai Bengawan Solo. Ribuan wisatawan berbondong-bondong mengunjungi destinasi agrowisata yang telah meraih Anugerah Wisata Jawa Timur sebagai Wisata Buatan Terbaik. Belimbing varietas unggul tumbuh subur menghasilkan buah berukuran jumbo dengan rasa manis yang khas.
Kebun belimbing ini bermula dari transformasi lahan bantaran Bengawan Solo yang sebelumnya mengalami gagal panen berulang kali. Para tokoh masyarakat dan penyuluh pertanian pada tahun 1984 berinisiatif mengubah lahan yang tidak produktif menjadi sentra belimbing unggulan. Mbah Nur dan para petani perintis menghadapi berbagai hambatan dan cercaan, namun tetap gigih membudidayakan tanaman belimbing yang didatangkan dari Desa Siwalan, Tuban. Setelah 3-4 tahun, tanaman belimbing mulai berbuah dan menghasilkan keuntungan berlipat dibandingkan tanaman palawija sebelumnya.
Sejarah dan Perkembangan Agrowisata
Perjalanan panjang Kebun Belimbing Ngringinrejo dimulai dari kepedulian masyarakat terhadap lahan yang kurang produktif. Sebelum tahun 1984, daerah bantaran Bengawan Solo di sebelah utara Desa Ngringinrejo hanya dapat ditanami pada musim hujan dengan hasil yang tidak memuaskan. Para tokoh masyarakat bersama penyuluh pertanian kemudian mendapat informasi tentang keberhasilan budidaya belimbing di Desa Siwalan, Tuban.
Transformasi besar terjadi ketika Mbah Nur dan beberapa petani berani mengambil risiko menanam belimbing di lahan mereka. Berbagai hambatan dihadapi termasuk cercaan dari petani lain yang meragukan keputusan tersebut. Namun ketika tanaman belimbing berumur 3-4 tahun dan mulai berbuah, hasilnya melebihi ekspektasi dengan keuntungan 2-3 kali lipat dibandingkan tanaman sebelumnya.
Perkembangan semakin pesat dengan dukungan pemerintah yang melihat potensi besar belimbing Ngringinrejo. Pada tahun 2011, kebun ini resmi disulap menjadi agrowisata dengan pengelolaan yang lebih terstruktur oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Abadi. Pada tahun 2012, agrowisata ini meraih penghargaan Anugerah Wisata Buatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Lokasi dan Aksesibilitas
Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo terletak di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Lokasi strategis ini berjarak sekitar 15-20 kilometer atau 20-30 menit perjalanan dari pusat Kota Bojonegoro ke arah barat. Akses menuju lokasi sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalan yang sudah diaspal dengan baik.

Desa Ngringinrejo memiliki luas wilayah 166,065 hektare yang terbagi dalam 3 dusun: Dusun Mejayan sebagai pusat pemerintahan desa, Dusun Ringin, dan Dusun Margorejo. Lokasi agrowisata berada di bantaran Sungai Bengawan Solo yang memberikan suasana sejuk dan pemandangan yang indah. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan lokasi ini dengan mengikuti petunjuk arah di jalan raya utama.
Fasilitas dan Wahana Wisata
Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo menyediakan berbagai fasilitas lengkap untuk kenyamanan pengunjung. Tersedia 17 gazebo yang tersebar di berbagai sudut kebun untuk tempat beristirahat sambil menikmati kesejukan alamnya. Area parkir yang luas dapat menampung hingga 500 meter persegi dengan 3 pintu masuk terpisah untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan bus.
Fasilitas pendukung meliputi bumi perkemahan yang mampu menampung 100 tenda dengan kapasitas 1000 orang untuk kegiatan outbound. Terdapat kolam ikon, karamba apung, dan wahana perahu wisata untuk menjelajahi keindahan Sungai Bengawan Solo. Area WiFi gratis, toilet umum, tempat ibadah, dan warung makanan minuman juga tersedia untuk melengkapi kebutuhan wisatawan.
Wahana permainan anak-anak seperti ATV, ontang-anting, rumah pohon, kereta gantung, dan kolam mandi bola menjadi daya tarik tambahan. Spot selfie dan area edukasi anak memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan tentang budidaya belimbing. Taman bermain yang dilengkapi berbagai permainan modern turut melengkapi fasilitas rekreasi keluarga.
Varietas Belimbing Unggulan
Kebun Belimbing Ngringinrejo mengembangkan berbagai varietas belimbing unggulan yang menjadi kebanggaan Kabupaten Bojonegoro. Varietas utama yang dikembangkan meliputi belimbing madu, Bangkok merah, Blitar, Siwalan, Tulungagung, dan Sembiring. Belimbing madu memiliki ukuran lebih kecil dengan warna kuning kemerah-merahan dan rasa yang sangat manis.
Belimbing Bangkok memiliki karakteristik ukuran yang sangat besar dengan berat mencapai hampir 1 kilogram per buah. Varietas DEWO (gedhe dowo) yang berarti besar dan panjang menjadi unggulan utama dengan cita rasa manis dan ukuran jumbo. Belimbing Ngringinrejo memiliki kulit yang lebih empuk, tidak mudah layu, lebih banyak air, dan tentunya lebih manis dibandingkan belimbing dari daerah lain.
Kualitas belimbing yang dihasilkan menjadikannya sebagai ikon Kabupaten Bojonegoro dan produk andalan yang dipasarkan hingga ke luar provinsi. Setiap pohon belimbing dapat menghasilkan 40-50 kilogram buah sekali panen dengan waktu panen 3-4 kali dalam setahun. Hasil ini sangat menguntungkan bagi 104 petani yang mengelola ribuan pohon belimbing di area agrowisata.
Aktivitas Wisata dan Edukasi
Pengunjung Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo dapat menikmati berbagai aktivitas menarik yang menggabungkan wisata dan edukasi. Aktivitas utama berupa petik buah belimbing langsung dari pohon sambil mencicipi kesegaran buahnya secara gratis di tempat. Pengunjung diperbolehkan berkeliling menikmati hamparan kebun belimbing yang rindang sambil belajar tentang proses budidaya dari para petani langsung.
Paket wisata edukasi tersedia untuk sekolah dengan durasi 3-4 jam yang meliputi kunjungan kebun, outbound kids, dan pembelajaran agronomi tentang tanaman serta perikanan. Kegiatan outbound dengan kapasitas 1000 orang berlokasi di kebun jati dan kebun belimbing di tepi Bengawan Solo. Wisata air menggunakan perahu boot untuk menjelajahi keindahan Sungai Bengawan Solo menjadi pengalaman tak terlupakan.
Pengunjung juga dapat belajar tentang proses pengolahan belimbing menjadi berbagai produk seperti sirup, dodol, kerupuk, dan sari buah. Workshop pembuatan produk olahan belimbing memberikan pengetahuan praktis tentang peningkatan nilai tambah hasil pertanian. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dan masyarakat umum yang ingin memahami agribisnis modern.
Harga Tiket dan Fasilitas
Harga tiket masuk Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo sangat terjangkau dengan tarif Rp 6.000 per orang. Biaya parkir kendaraan juga sangat ekonomis dengan tarif Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Agrowisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Harga belimbing bervariasi berdasarkan ukuran dan kualitas buah. Belimbing ukuran kecil dijual dengan harga Rp 4.000-5.000 per kilogram, sedangkan belimbing ukuran besar atau jumbo dihargai Rp 8.000-10.000 per kilogram. Belimbing madu yang memiliki rasa paling manis dijual dengan harga premium hingga Rp 13.000 per kilogram.
Produk olahan belimbing juga tersedia dengan harga yang bervariasi. Sirup belimbing dijual seharga Rp 20.000 per botol, selai belimbing Rp 10.000 per botol, kerupuk belimbing Rp 7.500 per pak, dan air sari belimbing Rp 1.000 per gelas. Harga yang terjangkau ini membuat agrowisata menjadi pilihan wisata keluarga yang ekonomis namun berkualitas.
Festival Belimbing Tahunan
Festival Belimbing menjadi acara puncak tahunan yang paling dinanti di Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo. Festival ini digelar setiap bulan November sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro dan sedekah bumi Desa Ngringinrejo. Acara yang telah berlangsung sejak tahun 2014 ini selalu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Puncak acara berupa arak-arakan gunungan belimbing setinggi 6,5-8 meter dengan berat mencapai 2,5-3 ton. Gunungan ini dibuat dari kontribusi para petani yang masing-masing menyumbang minimal 10 kilogram belimbing, bahkan ada yang memberikan hingga 50 kilogram. Festival dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti tari Thengul, reog, jaranan, dan gamelan Jawa.
Kegiatan festival meliputi jalan sehat, kontes belimbing terbesar, lomba kebersihan kebun, dan rebutan belimbing di akhir acara. Gunungan belimbing yang telah diarak dapat diambil secara gratis oleh pengunjung sebagai berkah dan simbol kemakmuran. Festival ini tidak hanya mempromosikan potensi agrowisata tetapi juga melestarikan budaya lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Produk Olahan Belimbing
Kreativitas masyarakat Desa Ngringinrejo tidak hanya berhenti pada budidaya belimbing segar. Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tulip I yang terdiri dari ibu-ibu desa mengembangkan berbagai produk olahan belimbing bernilai ekonomis tinggi. Produk unggulan meliputi sirup belimbing, sari buah belimbing, kerupuk belimbing, dodol belimbing, selai belimbing, dan egg roll belimbing.
Proses pembuatan produk olahan dilakukan di ruangan khusus di Balai Desa Ngringinrejo dengan standar higienis. Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2011 dan semakin diminati pengunjung karena cita rasa alami tanpa bahan pengawet berlebihan. Inovasi produk terus dikembangkan melalui pelatihan dan pendampingan dari berbagai pihak.
Pemasaran produk olahan tidak hanya di lokasi agrowisata tetapi juga di toko-toko sepanjang jalan raya Bojonegoro-Padangan. Strategi pemasaran dimulai dengan memberikan sampel gratis kepada pengunjung untuk mencoba kualitas produk. Produk olahan ini menjadi oleh-oleh khas yang wajib dibawa pulang wisatawan sebagai kenang-kenangan dari Bojonegoro.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Keberadaan Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Desa Ngringinrejo. Perputaran uang selama masa liburan dapat mencapai ratusan juta rupiah dari berbagai sektor usaha. Data tahun 2019 menunjukkan perputaran uang mencapai Rp 242.625.000 selama periode libur natal dan tahun baru dengan 15.250 pengunjung.
Para petani belimbing kini memiliki kesempatan menjual langsung hasil panen kepada wisatawan dengan keuntungan yang lebih besar dibandingkan menjual ke tengkulak. Sekitar 36 pedagang belimbing membuka stand di area wisata dengan omzet harian yang mencapai jutaan rupiah terutama saat akhir pekan. Desa Ngringinrejo berhasil menduduki peringkat desa terkaya nomor 2 di Kecamatan Kalitidu berkat kontribusi agrowisata.
Dampak sosial terlihat dari meningkatnya kegotongroyongan masyarakat dalam mengelola agrowisata. Terbentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif mengembangkan dan mempromosikan potensi desa. Infrastruktur desa juga mengalami perbaikan dengan adanya jalan beton, fasilitas umum, dan akses yang lebih baik. Agrowisata ini menjadi contoh sukses pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Tantangan dan Pengembangan Masa Depan
Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangannya. Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan dengan penurunan drastis jumlah pengunjung dan pembatalan berbagai acara rutin. Pengelola berupaya keras mengembalikan minat pengunjung melalui berbagai inovasi acara hiburan seperti live music, pagelaran reog, dan peningkatan promosi digital.
Tantangan lain berupa serangan hama lalat buah yang dapat merusak hingga 100% buah belimbing. Petani mengembangkan pengendalian hama terpadu menggunakan atraktan nabati dari tanaman aromatik seperti kemangi dan pala. Metode ramah lingkungan ini meminimalisir penggunaan bahan kimia dan menjaga kualitas buah tetap aman untuk konsumsi.
Pengembangan masa depan difokuskan pada diversifikasi wahana wisata dan peningkatan fasilitas. Rencana pembangunan kolam renang, wahana wisata air, dan warung makanan di atas keramba di pinggir Bengawan Solo akan memperkaya pengalaman wisatawan. Dukungan pemerintah daerah sangat diharapkan untuk pengembangan infrastruktur dan promosi yang lebih luas guna menjadikan Ngringinrejo sebagai destinasi wisata nasional.
Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo termasuk salah satu Geopark Bojonegoro yang telah telah membuktikan bahwa kearifan lokal dan inovasi masyarakat dapat menciptakan destinasi wisata berkelanjutan. Kombinasi antara wisata, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi menjadikan tempat ini sebagai model agrowisata yang patut diteladani. Dengan terus berinovasi dan menjaga kualitas, agrowisata ini akan semakin memperkuat posisinya sebagai permata wisata di tepi Bengawan Solo yang memikat hati setiap pengunjung.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel tentang Kebun Belimbing Ngringinrejo ini. Semoga informasi yang disajikan dapat menambah wawasan dan menginspirasi untuk mengunjungi destinasi agrowisata yang menakjubkan ini. Jangan lupa untuk kembali lagi dan berbagi pengalaman wisata lainnya. Selamat menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia!








