Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatera. Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah secara langsung memberangkatkan rombongan yang membawa bantuan hasil donasi masyarakat Bojonegoro pada Senin, 8 Desember 2025.
Bantuan yang dikirim mencapai 30 ton yang terdiri dari sandang dan pangan. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dan donasi yang dilakukan oleh berbagai pihak di Bojonegoro, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro dan Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro.
BPBD Bojonegoro membuka posko donasi pada tanggal 3 hingga 6 Desember 2025. Masyarakat Bojonegoro dengan antusias menyumbangkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, pakaian, selimut, dan kebutuhan lainnya. Total donasi yang terkumpul mencapai puluhan ribu kilogram.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat Bojonegoro terhadap saudara-saudara yang sedang mengalami musibah. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban bencana di Sumatera.
Rombongan pengantar bantuan akan mengirimkan bantuan tersebut ke BPBD Jawa Timur terlebih dahulu, kemudian akan didistribusikan ke daerah-daerah yang terkena bencana di Sumatera. Proses pengiriman dilakukan dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, BPBD, dan Dinsos.
Selain bantuan material, Polres Bojonegoro juga menggelar salat gaib untuk korban banjir dan longsor di Sumatera. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk doa dan dukungan spiritual untuk para korban bencana.
Kepedulian masyarakat Bojonegoro terhadap korban bencana di Sumatera menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Solidaritas ini tidak hanya terlihat dari bantuan material, tetapi juga dari doa dan dukungan moral yang diberikan.
Gerakan bantuan kemanusiaan ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat Indonesia dapat bersatu membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan. Bojonegoro membuktikan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas wilayah.



